Thankyou for Coming, my Insecurity!

We all have an intention to be an easy person. Just do random chit-chat to people we’ve just met, a heavy laughter with our school friends, and a deeper pillow-talk with our closest one. Beside, our family existence is a reminder to us when life hits hard we never walk alone.

What should I do?

But then, live in a social life is not giving us a guarantee of happiness. Some of us just fall from reality because one simple cruel word spoken to them. Some raise their voice and commit to hatred because the pain inside their heart. But, all of us are feeling insecurity towards typical situation. Being ignorant sometimes, but being deeply loving and care sometimes. Yes, insecurity drove us tired and live in a doubt for long time.

And i realise that some of us are only confuse to determine why we are feeling insecurity and that forget to continue our life. We aimed that insecurity need to end soon just by giving insecurity an attention (more and more). Oh dear, the more we think about insecurity the more insecurity will get a cash and pay the bill to rent one more night in a room our mind has. Insecurity loves attention and doubtness. Insecurity will come right in time at the moment you try to decide something easy to make it look a little way harder.

Here’s the tip. Again, insecurity is kind of customer to our restaurant. All you need to do is: say “Guest Coming”, smile and after that say “Thankyou for coming!”

It doesn’t need to stay longer than we thought. It just want to eat their appetizer, main course, and dessert.. Or even it just need a little dessert to wait another mind. Always say “Thankyou for coming!” and insecurity will leave you well.. Don’t treat them wrong or trying to know deeper and touch its personal information because it can cause you in a trouble.

Have a nice and great day to someone who read this post.. Sehat selalu dan peluk kencang dari kejauhan…

Love,

Y

Spread Love and Positivity

Ketika sedang memikirkan banyak kewajiban yang harus diselesaikan, paling susahnya justru ketika harus memikirkan bagaimana caranya untuk terus bertahan meski tidak akan mudah.

Whatever happens just bloom 😊

Dan ketika aku sedang berada di posisi seperti itu, aku menjadi gundah karena ternyata masih banyak sekali yang belum aku capai bahkan selesaikan. Buat yang baca blog ku, masih ingat nggak dengan postingan aku yang berjudul “mereka bilang saya menganggur”? Ya kira-kira saat ini aku sedang berada di fase yang mirip dengan itu.

Bedanya, dulu aku sedang tidak sekolah, bekerja ataupun aktif di sebuah organisasi. Aku hanya di rumah dan tidak tahu mau kemana dan mau berbuat apa. Kalau sekarang, justru aku tahu mau berbuat apa dan kemana tapi aku malah tidak bisa segera pergi atau pergi saja dengan mudah tanpa pertimbangan.

Sewaktu nulis postingan itu 4 tahun lalu, aku hanya memikirkan masa depan yang aktif dan penuh dengan kemungkinan bahagia yang bakal menyambut manusia di masa depan. Tapi kehadiran pandemi ini jujur memberi dampak luar biasa buat aku. Khususnya untuk mentalku.

Sadar tidak sadar, aku jadi mudah marah dan menyalahkan diri sendiri. Kalau aku gunakan analisis sederhana yang aku sering lakukan selama ini, nampaknya yang membuat aku begitu karena mayoritas waktu aku habiskan dengan diriku sendiri. Sosialisasiku hanya sebatas orang rumah dan tetangga yang bertegur sapa dan senyum saja.

Interaksi lainnya mungkin hanya melalui telepon dan video call yang minim sentuhan, ketepatan waktu dan fokus. Namanya cuma telponan pasti disambi ngapain ngapain kan, dan aku kurang bisa fokus menyediakan waktuku untuk orang yang saat ini sedang bicara denganku. Semakin lama aku diam saja di rumah semakin dalam pula kesedihan yang aku rasakan karena keterbatasan ini.

Sebenarnya tidak semua orang di masa pandemi ini menjadi seperti aku, banyak yang tetap bisa beraktivitas normal dan bahagia. Tapi aku yang memilih keadaan ini. Ya sudah tidak papa dijalani saja. Eh daritadi aku ngomong apa sih? Padahal judulnya Spread Love and Positivity tapi kok malah ceritanya gini ya? Hahaha ya aku hanya coba nulis apa yang ada di pikiranku saat ini. Aku cuma biarin pikiranku bernafas dan bahagia karena membiarkan apa pun yang datang untuk masuk dan didengarkan. Sebab, kadang kita berkali-kali menyangkal pikiran kita. Dan itu membuat lelah dan merasa tidak bebas.

Okay, sekian dulu aja tulisan hari ini. Karena aku baru berdoa pagi dengan rasa menyesal dan lelah (sering banget kayak gini) aku jadi ingin banget menuangkan apa yang bikin aku lega disini. Jika ada yang baca ya syukurlah, kalau enggak ya this is a note to my future self aja.

Selamat melakukan apapun yang mau kalian lakukan semoga semua lancar dan terus bahagia. Peluk kencang buat yang jauh-jauh..

Love,

Y

A GAME CHANGER: APLIKASI RESEP MASAKAN YUMMY APP

Judul diatas bener-bener menggambarkan perasaanku ketika memasak saat ini. Yummy App adalah aplikasi resep masakan yang menjadi #GameChanger buat perjalanan masakku.

Penasaran mengapa Yummy App bisa menjadi #GameChanger buatku? ikutin terus ya ceritaku di tulisan ini.

Ketika Masak Menjadi Tantangan Baru

Tidak terasa, sudah dari Bulan Maret kita berada di masa pandemi seperti ini. Masa pandemi secara keseluruhan mengubah prioritas hidup kita. Termasuk prioritasku. Dulu sebelum adanya pandemi, prioritasku lebih kepada aktivitas apa yang mau dikerjakan supaya bisa terus produktif kesana dan kemari. Namun, sekarang aku lebih menaruh prioritas perhatianku pada kebersihan dan kesehatan diri. Salah satu aspek yang paling berubah sejak masa pandemi ialah urusan perut alias makanan hahaha. Dulu waktu belum ada pandemi yang penting perut kenyang dan harga pas di kantong. Nah sekarang, fokusku lebih kepada kebersihan dari makanan yang kita makan. Cara paling aman adalah memasak sendiri di rumah. Apalagi bagi aku yang tinggal bersama Nenek dan Ibuku yang sudah memasuki usia lanjut. Mau tidak mau aku harus lebih aktif dan produktif untuk menyediakan kebutuhan makanan untuk mereka. Nenek dan Ibu tidak boleh telat makan hanya karena aku tidak bisa masak kan?

Yang menjadi tantangan itu ketika aku harus membagi waktu memasak dan juga menyelesaikan tugas kuliah. Ditambah lagi kemampuan memasakku benar-benar di bawah rata-rata. Setiap masak selalu hambar, antara takaran bumbu tidak pas atau proses memasakku yang kurang tepat. Aku selalu merasa kalau masak harus buru-buru, karena aku masih punya banyak kerjaan yang mengantre untuk dikerjakan. Kadang juga keinginanku untuk masak terlalu muluk-muluk jadi aku masih kesulitan untuk mengestimasi waktu memasakku. Kadang kalau waktu sudah mepet, masakannya suka belum mateng atau malah rasanya amburadul. Huft, sedihnya. Oleh sebab itu aku cuma berani memasak resep yang itu itu aja dan nggak variatif. Kalau seperti itu terus aku juga nggak nyaman dengan memasak, awalnya aku sempat berpikir untuk mengesampingkan keperluan masak dan memilih untuk membeli makan setiap hari dari luar. Tapi, kalau diitung-itung anggaran makan jadi membengkak banget. Mungkin sesekali sih nggak apa, tapi kalau keseringan ya bisa kering kantong kita kan?


Akhirnya, dengan alasan itu aku menguatkan tekad untuk belajar memasak. Waktu aku sibuk belajar masak dengan memperhatikan Ibuku di dapur dan membaca resep masakan di Google. Ternyata motivasi memasakku tak kunjung bergelora. Akhirnya aku beranjak ke Youtube dan mencari inspirasi resep yang durasi videonya pendek-pendek (berharap cara memasaknya bakal berasa mudah, hahaha). Waktu itu aku langsung tertarik untuk menonton Resep Siomay simple dan mudah dari Yummy App. Siomay itu salah satu makanan favoritku yang aku pikir teknik memasaknya bakalan susah dan ribet banget, tapi Yummy App bisa menyajikan resep Siomay dalam vieo dengan durasi kurang dari 1 menit. Ajaib. Sejak saat itu, persepsiku tentang memasak tidak lagi suram dan menyeramkan, tapi justru asik dan penuh tantangan #GameChanger.

Resep Siomay ala Yummy App yang berhasil merubah persepsiku tentang memasak

Dari situ aku mulai semangat untuk buka-buka media sosial seperti Youtube, Instagram, dan Facebook Yummy App untuk mencari resep masakan lainnya. Kalau lagi nonton video Yummy App pasti bakal sadar kalau di awal video selalu ada pengenalan tentang Aplikasi Yummy App yang tersedia di smartphone. Waktu aku tahu itu, akhirnya aku coba untuk install di Google Play Store. Pas akhirnya aku install aplikasinya di smartphone aku, aku jadi seneng ternyata aplikasinya ringan banget. FYI nih, smartphone aku sering banget nggak compatible dengan beberapa aplikasi, tapi untungnya Yummy App bisa ngerakit aplikasi yang ringan dan mudah digunakan seperti ini.

Penilaian Yummy App

Keren ya Yummy app dapet penghargaan khusus dari Google Play di tahun 2019 sebagai Google Play Best of 2019 Everyday Essentials Category. Semakin Kagum.


Akhirnya setelah proses instalasi selesai, aku memulai perjalanan aku di aplikasi Yummy App. Proses mendaftar juga mudah dan gratis, aku bisa mendaftar dengan Email atau Facebook dan langkah daftarnya sederhana banget loh.

Infografi Registrasi Akun Yummy App
Infografi Registrasi Akun Yummy App

Setelah mendaftar aku langsung disuguhkan dengan beberapa gambar sajian-sajian menarik yang ada di beranda Yummy App. Jujur, ini brilliant banget menurutku! Tampilan beranda Yummy App benar-benar lengkap dan menunjang kreatifitasku untuk memasak. Grafis nya juga keren, kualitas gambar dan video bagus sekali. Yang bikin makin semangat, Yummy App itu selalu memanggil penggunanya dengan sebutan Chef. Wahh jadi berasa profesional banget ya 🙂 hihihi

Selamat Datang di Yummy App

Infugrafi Beranda Yummy App

Yang menjadi highlight buat aku dari Yummy App adalah fitur-fitur cekatan yang memberi kesempatan buat aku untuk menjadi pengguna yang serba bisa. Oh ya, pas aku cek website Yummy App ternyata disitu dijelasin kalau Yummy App itu termasuk multi-platform food-focused media digital yang merupakan bagian dari IDN Media. Pantesan aja fitur dan kelebihan dari Yummy App ini juara banget #GameChanger.

Ungkapan Yummy App sebagai multi-platform juga tergambar jelas dari fitur-fitur cekatannya. Tau nggak kenapa aku bilang fitur Yummy app cekatan? Karena melalui fitur itu, aku bisa jadi:

Infografi 3 Fitur Cekatan Yummy App
Infografi 3 Fitur Cekatan Yummy App
  1. Si suka masak, nah ada kalanya kita benar-benar tidak punya ide untuk memasak apa, tetapi sebenarnya kita lagi ingin masak. Fitur ini mempermudah kita unutk mendapat inspirasi resep sesuai dengan yang kita inginkan. Caranya, cukup dengan scroll beranda dan melihat kreativitas masakan chef andal di Yummy App. Bisa juga dengan mencari dikolom pencarian resep makanan yang diinginkan.
  2. Juri yang memberi penilaian untuk resep yang menjadi favoritku. Buat aku pribadi, fitur ini bisa membuka peluang juga kalau aku mau riset pasar secara gratis untuk tahu gambaran resep yang menjadi favorit banyak orang. Lumayan buat referensi kalau mau bikin bisnis makanan di masa pandemi ini kan. Caranya, cukup pencet pop-up ‘Jago Masak’ di aplikasi, disitu bakal muncul deh pilihan untuk memberikan vote pada pilihan resep yang tersedia. Kalau mau riset pasar bisa juga lihat di pilihan ‘Lihat Ranking’, disitu bakal keliatan resep mana yang jadi favorit pengguna lainnya.
  3. Inspirator yang membagikan resep makanan andalan ke pengguna lain. Fitur ini menyenangkan sekali karena terasa puas dan bangga kalau resep yang selama ini jadi andalan di rumah bisajadi inspirasi bermanfaat buat pengguna lain. Nantinya, kalau resep yang ditulis sudah lolos uji akurasi dari tim Yummy App, resep kita bisa di publish. Mantap banget kan? Oh ya caranya, cukup pilih menu ‘Tulis Resep’ dan mulai menulis resep dengan detail suaya nanti bisa lolos uji akurasi.

Oh ya di Aplikasi Yummy App juga ada resep-resep kreasi chef handal yang bisa diikuti.

Semenjak aku mengenal aplikasi Yummy App aku jadi lebih tenang ketika ingin memasak. Mengapa? Karena aplikasi Yummy App menyajikan rekomendasi masakan yang sangat lengkap. Banyak nilai tambah yang aku dapat dari aplikasi Yummy App khususnya dari segi memasak. Nggak perlu takut untuk mati gaya kalau mentok dan nggak punya inspirasi untuk memasak. Karena Yummy App lah solusinya. Menurut aku pribadi, ada 5 nilai plus dari Yummy App yang membuat aplikasi ini unggul.

Infografi Nilai Plus Yummy App
Infografi Nilai Plus Yummy App

Nilai plus Yummy App buatku pribadi ialah sebagai berikut:

Infografi Rresep Trending

Makanan yang trending itu membuat kita jadi lebih kreatif dalam memasak. Kreatifitas dan inspirasi memasak nggak berhenti hanya di resep yang kita tahu saja tapi inspirasi memasak kita berkembang samapai ke variasi resep baru yang nggak kalah lezat dan penuh tantangan. Ini juga #GameChanger yang aku maksud, aplikasi Yummy App itu satu-satunya aplikasi masakan dan aplikasi makanan yang lengkap dan kreatif.

Infografi Resep Murah Meriah

Siapa sih yang nggak suka memasak dengan biaya yang murah meriah apalagi di masa pandemi ini. Menurut aku hampir semua orang suka ya kalau memasak bisa jadi lebih murah. Nah, aplikasi Yummy App punya kelebihan ini dengan menyediakan referensi masakan yang murah meriah. Resep masakan ini nggak akan bikin kantong kita tercekik, dengan menggunakan bahan yang murah tapi tetap bisa menghasilkan makanan yang lezat itu luar biasa banget kan.

Infografi Resep Memasak dengan Bahan yang Ada ala Yummy App

Supaya efiesiensi di dapur bisa tercapai tentunya salah satu kuncinya adalah tidak adanya penumpukan persediaan di kulkas. Aku pribadi sangat nggak nyaman kalau buka kulkas isinya penuh dengan bahan-bahan masakan yang mengantre untuk dimasak. Padahal aku sendiri juga tidak tahu kapan bisa memasak semua bahan itu. Yummy App memfasilitasi aku untuk bisa menggunakan bahan-bahan di kulkas dengan efisien menggunakan menu “Masak” di bagian bawah beranda. Disitu aku bisa memilih bahan-bahan sesuai dengan persediaan yang ada di kulkas beserta rekomendasi resep yang bisa dikreasikan dari bahan tersebut. Jenius.

Infografi Event dan Promosi Yummy App

Yummy App selalu punya event yang membantu penggunanya untuk bisa mendapatkan banyak keuntungan dalam berselancar di aplikasi. Salah satu Event yang rutin diadakan adalah ‘Jago Masak’. ‘Jago Masak’ sendiri berhubungan dengan salah satu fitur cekatan yang aku sebutin sebelumnya. Di event tersebut, pengguna diminta untuk mengunggah resep sesuai dengan tema yang ditentukan. Dari resep-resep yang terunggah akan dilakukan voting resep.

Infografi Keuntungan dan Imbalan Yummy App

Nah, kalau sudah ikutin event tersebut terus apa imbalannya? Wow ada banyak imbalan yang menanti untuk di hak milik oleh pengguna-pengguna terpilih. Imbalan bisa berupa uang tunai hingga Rp 5.000.000,- dan sepeda motor. Keren banget ya, padahal hanya dengan masak resep masakan harian eh bisa berkesempatan dapat keuntungan. Itung-itung bisa jadi penghasilan tambahan.

Infografi Filter Harga

Kelebihan selanjutnya adalah Yummy App selalu menyediakan pilihan filter anggaran yang mau digunakan untuk memasak. Filternya sangat akurat dan dilengkapi dengan durasi memasak juga. Oh iya masih inget nggak dengan ceritaku sebelumnya, dimana aku sering kelabakan saat masak karena aku belum bisa estimasi waktu memasakku. Ketika aku buru-buru dan hasil masakan tidak optimal. Melalui filter anggaran dan durasi di aplikasi masak ini aku bisa lebih tenang kalau memasak karena sudah disesuaikan dengan durasinya.

Sekarang, nggak bakal ada yang namanya khawatir nggak bisa masak karena bahan di kulkas kurang dan abang sayur libur jualan. Nggak bakal ada yang namanya masakan belum matang karena buru-buru dan kekurangan waktu. Nggak bakal ada yang namanya mentok dan nggak punya inspirasi mau masak apa karena Yummy App selalu punya solusi untuk semua permasalahan dalam memasak.

Resep Penyelamat Rinduku ala Yummy App

Nah, Juni kemarin aku merasakan rindu yang teramat dalam alias rindu banget dengan makanan kampung halamanku di Gresik. Nama makanannya adalah Tahu Tek. Di tempat tinggal aku sekarang, Tahu Tek sangat sulit untuk ditemukan, kalau pun ada pasti rasanya berbeda karena tidak mirip penyajiannya dengan yang sering aku temukan di Gresik. Saat itu penelusuranku sampai pada Resep Tahu Telor Bumbu Kecap ala Yummy App. Pas aku nonton aku cocok banget sama resep makanan itu karena cara memasaknya dan bahan-bahannya mirip dengan yang dilakukan Mas penjual Tahu Tek di Gresik. Nggak cukup dari youtube aja aku perlu untuk nyari di aplikasi Yummy App siapa tahu ada resep Tahu Tek lengkap di apliksasi. Pas liat Yummy App eh kok ya ada resep Tahu Tek yang gampang dan cuma 5 langkah. Aku sampai hafal langkahnya cuma kocok-kocok, goreng-goreng, uleg-uleg, gunting-gunting, dan terakhir campur deh. Gerak cepatlah tanganku untuk langsung coba resep tersebut tanpa ragu. Dan hasilnya…

Tahu Tek ala Chef Yutta, inspired by Yummy App
Tahu Tek ala Chef Yutta, inspired by Yummy App

Yummy App penyelamatku banget rasa rindu ku dan orang rumah terobati dengan kreasi resep Tahu Tek Gresik ini.. Rasanya mirip dengan yang sering aku beli di Gresik…

Gimana, layak kan aku sebut Yummy App sebagai #GameChanger? Karena memang Yummy App ini aplikasi resep masakan yang kreatif dan inspiratif banget. Aplikasi yang bisa merubah persepsiku tentang memasak yang membosankan dan suram menjadi nyaman dan menyenangkan.

Oh iya, jangan lupa download aplikasinya di Google Play Store atau App Store ya pakai kode referalku: yutta-dana

supaya kita bisa sama-sama mengembangkan kemampuan memasak kita, dan yang penting masak bisa menjadi aktivitas yang nyaman dan menyenangkan. Selamat menjadi agen perubahan dengan aplikasi #GameChanger andalanku Yummy App.

Artikel ini diikutsertakan dalam Blog Competition Yummy App October 2020

Sumber-sumber:

  • Infografi: Yutta Dana Paramaresi
  • Video: Youtube Yummy App
  • Foto: Yutta Dana Paramaresi

Buat teman-teman yang membaca tulisanku ini aku harap kalian selalu bahagia dan tenang ya, selalu yakin kalau semua ketakutan ini akan segera berakhir dan hal baik menanti kita didepan sana. Amin. Tetap percaya dan berusaha, hugs from distance 🙂

Love,

Y